
Industri game internasional tengah dihebohkan oleh kisruh yang menimpa judul terbaru rilisan Hotta Studio dan Perfect World, Neverness to Everness (NTE). Hanya beberapa hari setelah peluncurannya pada 29 April 2026, game yang digadang-gadang sebagai perpaduan genre RPG open-world dan elemen "GTA-style" ini harus kehilangan dukungan dari figur publik utamanya, Ironmouse.
Ingkar Janji Soal Penggunaan AI
Pemicu utama mundurnya Ironmouse adalah dugaan penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif dalam berbagai aset visual di dalam game. Melalui pernyataan resminya di siaran langsung, Ironmouse menegaskan bahwa manajemennya telah meminta jaminan kepada pengembang bahwa proyek ini tidak melibatkan AI. Namun, temuan komunitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Pemain melaporkan adanya berbagai aset latar belakang yang terlihat identik dengan gaya visual sutradara Makoto Shinkai dalam film Suzume, serta poster dan papan iklan kota yang memiliki distorsi visual khas hasil generatif AI. "Mereka telah berbohong kepada orang-orang saya bahwa tidak ada AI di dalamnya," ujar Ironmouse dalam sebuah cuplikan yang viral di media sosial.
Dampak Luas di Kalangan Kreator
Tidak hanya Ironmouse, pengisi suara bahasa Inggris NTE, Meggie-Elise, juga menyatakan sikap tegasnya. Melalui media sosial, Meggie-Elise mengancam akan menghentikan seluruh kontribusinya pada game tersebut jika pihak pengembang tidak segera memberikan penjelasan dan menghapus konten hasil AI yang kontroversial tersebut.
Tanggapan Komunitas
Situasi ini memicu perdebatan sengit di kalangan pemain. Sebagian membela kesuksesan finansial NTE yang berhasil meraup pendapatan $14 juta di hari pertama rilis, namun sebagian besar lainnya mengecam tindakan pengembang yang dianggap merusak kepercayaan para kolaborator dan nilai kreativitas manusia. Hingga berita ini diturunkan, Hotta Studio belum merilis pernyataan resmi untuk menanggapi tuduhan penggunaan AI generatif tersebut.


