DUNIA VIRTUAL – Talenta virtual dari hololive English, Mori Calliope, resmi menandai kembalinya ia ke aktivitas siaran langsung setelah sempat mengambil masa jeda mendadak. Dalam siaran perdana tersebut, Calliope memberikan penjelasan mendetail serta klarifikasi mengenai latar belakang keputusan hiatusnya yang sempat memicu kekhawatiran di kalangan penggemar.

Upaya Mendorong Komunikasi Manajemen
Calliope mengungkapkan bahwa aksi penonaktifan jadwal siaran tersebut sengaja dilakukan sebagai langkah taktis untuk membuka jalur komunikasi langsung dengan pihak eksekutif COVER Corporation. Ia merasa bahwa keluhan-keluhan tertulis yang ia sampaikan sebelumnya terkait operasional Hololive cabang Inggris (EN) kurang mendapatkan respons yang memadai dari pihak manajemen lini tengah.
- Manajemen Konser: Ketidakpuasan terhadap teknis pengelolaan jalannya acara konser solo maupun gabungan untuk cabang EN.
- Distribusi Pendapatan: Kejelasan mengenai pembagian keuntungan (revenue split) dari sektor penjualan pernak-pernik resmi (merchandise).
- Koordinasi Lintas Cabang: Persepsi bahwa manajemen pusat cenderung melewatkan pengawasan dan dukungan perkembangan bagi talenta di luar wilayah domestik Jepang.
Komitmen Terhadap Agensi
Meskipun menyampaikan kritik secara transparan, Calliope menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meninggalkan perusahaan. Ia juga mengimbau komunitas penggemar (Dead Beats) untuk tidak berhenti memberikan dukungan kepada platform Hololive, karena ia percaya agensi ini tetap menyediakan fasilitas dan peluang profesional berskala besar yang sulit dijangkau secara independen.
Sebagai tindak lanjut dari penyampaian keberatan tersebut, COVER Corporation dilaporkan telah memberikan respons resmi serta menetapkan jadwal pertemuan khusus untuk mendiskusikan langkah-langkah perbaikan struktural ke depan. Calliope menambahkan bahwa untuk bulan ini, ia akan memberlakukan jadwal streaming yang lebih fleksibel demi menyeimbangkan waktu istirahat dan persiapan latihan intensif menghadapi perhelatan DreamHack Atlanta.


